Menanamkan Konservasi Sejak Dini

Warta Tawon Wednesday, 20/04/2016



Kunjungan Sekolah ke Penangkaran Binatang

Menanamkan Konservasi Sejak Dini

 

Suasana pusat penangkaran binatang di PT GMP sore itu berbeda dari hari biasa. Jika pada hari biasa penangkaran yang berada di Blok A Perumahan II itu cenderung sepi, kala itu ramai oleh kedatangan para siswa SDN 01.

Belasan siswa yang tergabung dalam kelas Konservasi di bawah pembinaan ibu Rona Fitri itu tiba ke area penangkaran binatang GMP dengan mengendarai sepeda. Mereka tampak menunjukkan antusiasme mengikuti kunjungan lapang ini.

Dengan didampingi guru, kepala sekolah, dan pengelola penangkaran, para siswa melakukan kunjungan lapang sekolah untuk program kelas Konservasi. Setiap siswa membawa buku saku berwarna berisi gambar aneka binatang yang dilindungi pemerintah. Seperti rusa, primata, burung merak, burung hantu dan lain sebagainya.

Di lokasi penangkaran binatang, para siswa diminta membuka buku saku lalu menyamakan dengan keberadaan binatang dalam penangkaran. Setiap peserta juga membawa buku catatan untuk mendokumentasikan jumlah hewan, kondisi, karakteristik dan lain sebagainya.

Kegiatan seperti ini merupakan cara penanaman informasi dan pengetahuan sejak dini. Kunjungan sekolah ini sebagai program kelas Konservasi secara umum bertujuan untuk menanamkan jiwa konservasi kepada anak.

Dalam perjalanan kunjungan, para siswa dipandu pak Hartoyo selaku penanggung jawab area penangkaran. Kepada pemandu, para siswa menunjukkan antusiasme dengan melempar aneka pertanyaan menarik.

“Om, apa perbedaan rusa dan kijang,” tanya salah satu siswa.

Mendapat pertanyaan menarik, pak Hartoyo segera memberikan jawaban dengan pejelasan yang mudah dicerna mereka. Jika tidak puas atas jawaban yang diberikan, mereka akan kembali melontarkan pertanyaan-pertanyaan cerdas lain.

Objek kunjungan pertama yang mereka lihat adalah penangkaran domba Garut. Di kandang bertingkat ini para siswa mengamati dari dekat aktivitas domba. Kemudian mereka berpindah ke kandang rusa. Di sana mereka menghitung jumlah rusa sekaligus mengamati lingkungan tempat rusa berkembang biak.

Setelah melihat dari dekat penangkaran rusa, mereka beralih menuju kandang angsa. Di lokasi ini anak-anak mengamati aktivitas angsa ada yang sedang mandi, makan, dan mengeram.

Di lokasi penangkaran binatang, para peserta kunjungan tidak diperbolehkan berjalan menginjak rumput. Para pengunjung diharuskan berjalan kaki di jalur paving.

“Ayo anak-anak, dilarang berjalan di rerumputan, ya” ajak ibu Kepala Sekolah, Nanik Ernawati, S.Pd., S.Th yang turut mendampingi anak-anak mulai awal hingga tuntas.

Dalam pertemuan di kelas, para peserta kunjungan akan diminta mempresentasikan hasil kunjungan. Melalui presentasi diharapkan para peserta dapat meningkatkan pengetahuan tentang konservasi dibandingkan sebelum diadakan rangkaian kegiatan tersebut. Untuk lebih memastikan kembali sejauh mana informasi yang ditampilkan selama kegiatan dapat terserap pada peserta.

“Presentasi dalam kelas Konservasi yang disampaikan tiap anak juga bertujuan melatih mereka berani dan percaya diri berbicara di depan publik,” kata guru pembimbing kelas Konservasi, Rona Fitri.

Menurut rencana, kunjungan konservasi kali ini sebagai permulaan. Ke depan akan dilakukan kunjungan lain di penangkaran hewan di Kota Bandarlampung.

Sebelumnya, para siswa kelas Konservasi juga mendapat kesempatan berkeliling di kompeks SDN 01 GMP. Mereka diminta mendata aneka tanaman dan serangga yang ditemui. dew

INFORMASI TERBARU

Semoga Para Haji GMP Kembali dengan Selamat
Warta Tawon Monday, 12/09/2016
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Anak Ge - Em Wednesday, 31/08/2016
Olahraga Memupuk Kebersamaan Antarkaryawan
Warta Tawon Wednesday, 31/08/2016
Panen Raya Tebu di Tubaba
Fokus Tawon Tuesday, 30/08/2016
Lomba Tumpeng HUT RI
Dinamika Tawon Saturday, 20/08/2016
199 Pelajar Peroleh Beasiswa KGM
Anak Ge - Em Saturday, 20/08/2016