Kunjungi PT GMP, PTPN III: Gunung Madu Pioner Industri Gula

Artikel Wednesday, 12/10/2022



Manajemen PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) melakukan kunjungan kerja ke PT Gunung Madu Plantations, Selasa, 11 Oktober 2022. Rombongan kunjungan kerja komisaris holding ini mendapat sambutan hangat jajaran Manajemen PT GMP, di Auditorium LEC. Direktur PT GMP, Teh Choo Pong, dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Komisaris PTPN III ke Site GMP.

Terpilihnya Gunung Madu sebagai objek kunjungan merupakan sebuah kehormatan. Pada kesempatan itu, Pak Teh memaparkan sekilas sejarah Gunung Madu yang berdiri pada 1975, GMP merupakan pelopor usaha perkebunan dan pabrik gula di luar Jawa. Lokasi site berada di Lampung Tengah. Pada tahun 1978 PT GMP melaksanakan kegiatan musim tebang dan giling pertama dengan kapasitas awal pabrik 4.000 TCD.

Seiring berjalan waktu, kapasitas pabrik dan luas areal PT GMP terus bertambah secara bertahap. “Tahun ini adalah musim tebang dan giling PT GMP ke-45 dengan kapasitas pabrik mencapai 20.000 TCD dan luas areal sekitar 29.000 hektare. Selain itu, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan para petani mitra untuk budidaya tebu,” urainya.

Kepada para tamu, Pak Teh menyampaikan agenda jadwal perjalanan hari itu. Pertama para tamu diajak mengunjungi kebun tebu untuk melihat dari dekat kegiatan diareal. Kegiatan ini didampingi Kadep Plantations, Ir. Desyosopi. Usai istirahat siang, rombongan mengunjungi pabrik didampingi langsung Kadep Factory, Bernard Lee. Di pabrik mereka melihat proses pengolahan tebu menjadi gula kristal putih.

Tentu ada perbedaan antara PT GMP dan PTPN III dalam hal total luas area dan operasional produksi. PTPN III memiliki total luas area mencapai lebih dari satu juta hektare serta mengelola berbagai jenis komoditas pertanian. “Selain itu, dari segi lokasi, PT GMP terletak dalam satu kabupaten. Berbeda dengan PTPN yang berlokasi lintas kabupaten bahkan provinsi. Oleh karena itu kami sangat antusias pada kegiatan hari ini dimana kita dapat saling bertukar ilmu dan berbagi pengalaman,” ujarnya.

Pak Teh menambahkan, Manajemen PT GMP mengharapkan di kemudian hari dapat melakukan kunjungan balasan ke PTPN III, guna menambah wawasan dan berbagi ilmu. Terakhir, ia menyampaikan segala kegiatan hari itu semoga dapat menjadi langkah awal yang baik dan berkelanjutan dalam memajukan industri gula di Indonesia menuju swasembada gula nasional.

Sementara itu, Komisaris Independen, Erwan Pelawi, mengatakan bahwa saat ini PTPN sudah dirombak kembali. Apabila sebelumnya PTPN berjumlah XIV dengan lokasi diseluruh Indonesia dan dimiliki oleh pemerintah Inonesia, tetapi saat ini sudah dibentuk holding company. “PTPN III telah ditunjuk sebagai holding company, kemudian PTPN I, II, IV hingga XIV menjadi anak perusahaan,” terangnya.

Sehingga saat ini bentuk dari organisasinya ialah PTPN III sebagai holding company, kemudian PTPN I hingga XIV sebagai anak perusahaan. Rombongan yang hadir pada hari ini ialah dari komisaris PTPN III holding company. Selain itu turut hadir pula dalam rombongan ialah komisaris dari PTPN VII.

Pak Erwan Pelawi mengatakan bahwa adapun tujuan dari kedatangan rombongan ialah untuk melakukan saling bertukar pikiran melihat bagaimana di Gunung Madu dan juga di PTPN. “Kami memilih Gunung Madu sebagai tujuan kunjungan, karena kami merasa bahwa Gunung Madu adalah termasuk perusahaan gula di Indonesia yang menjadi Pioner Industri Gula . Sehingga kami percaya nantinya akan banyak yang didapatkan dari diskusi yang dilakukan” ungkapnya.

Dalam kunjungan di kebun PT GMP, rombongan dari PTPN III banyak melakukan diskusi. Kunjungan di kebun yang langsung di pandu Pak Yopi dan Pak Bina, mereka melihat dari dekat aktivitas tanam, perawatan, hingga pemanenan. Di lapangan mereka banyak mengajukan pertanyaan mengenai perawatan kebun yang dilakukan di Gunung Madu.

Usai dari kebun rombongan bergeser menuju Guest House untuk istirahat dan makan siang. Usai salat duhur di Mesjid Al Ikhlas, mereka melanjutkan perjalanan menuju pabrik. Pada kunjungan di Departemen Factory langsung dipandu Pak Bernard Lee. Ia mengajak tamu memulai titik perjalanan dari core sampler. Di lokasi ini mereka menyaksikan aktivitas pengambilan sampel kualitas tebu dari kebun, termasuk kiriman dari petani mitra.

Melalui uji sampling ini segera diketahui kualitas rendemen tebu. Dengan demikian sudah dapat diperkirakan kualitas gula yang akan diraih pada produksi hari itu. Berturut-turut Pak Bernard memandu para tamu memasuki pabrik untuk melihat proses produksi gula. Kunjungan siang menjelang sore itu berakhir di pengemasan dan gudang gula.