Target: Setiap Tahun Perluasan Kebun

Fokus Tawon Thursday, 30/06/2016



Memasuki 2010, terjadi pelimpah­an lahan petani mitra tebu PT BMM ke Di­visi Kemitraan PT GMP, saat itu ber­­kantor bersebelahan de­ngan Main gate Barat (eks Polsek Te­rusannunyai) Site GMP.

Sejak April 2016 struktur organi­sasi Divisi Kemi­tra­an berada di bawah Departemen Servicess yang dinahko­dai Ir Sriyanto sebagai kepala divisi dan dibantu tiga orang staf dan 10 orang karyawan. Sehingga wajar ji­ka para pemilik saham selalu melon­tarkan pertanyaan terkait saham ke­bun kepada Divisi Kemitraan.

Divisi Kemitraan perlu mengin­for­masikan luas lahan petani mitra tebu dari tahun ke tahun mengalami per­kembangan.

Dari tahun 2010 yang awalnya hanya 330 Ha terbagi dalam enam kelompok di dua kabupaten, di tahun 2016 berkembang menjadi 2.935 Ha dalam 93 kelompok di enam kabu­paten (tabel terlampir).

Perkembangan ini tentu menjadi hal yang menggem­birakan bagi per­usahaan, karena jum­lah lahan bertam­bah. Jika dipersen­tase lahan petani plasma mitra mandiri telah mencapai 20% sesuai aturan pe­merintah pusat.

Pola kemitraan petani di PT GMP terdiri atas dua pola. Pertama adalah Mitra KSO (Kerja Sama Operasio­nal). Saat ini luas areal mencapai 1.550 Ha tersebar di tujuh divisi area. Ke­dua Mitra Mandiri luas areal menca­pai 2.935 Ha tersebar di enam kabu­pa­ten.

Hal pokok yang membedakan dua pola kerjasama mitra tebu ini ada­lah, jika pola KSO dipersyaratkan adalah areal yang menempel dengan lahan HGU PT GMP.

Melalui program KSO pemilik la­han bisa bersantai ka­re­na si pemilik menyerahkan tanah se­cara penuh un­tuk dikelola perusa­ha­an. Setiap pa­nen mereka tinggal me­nerima hasil.

Sementara Mitra man­diri adalah petani yang memiliki lahan di luar wilayah Site PT GMP berjarak tidak lebih dari 70 km. Pada program ini pengelolaan lahan dila­ku­kan secara kelompok dan teknis bu­di­daya tebu di berdayakan petani.

“Kapan saham BMM keluar?” Lontaran pertanyaan dari para karyawan seperti ini hampir selalu mampir kepada Divisi Kemitraan (MM-GMP). Wajar pertanyaan ini terlontar, karena memang pengelolaan lahan petani mitra saat ini dikelola Divisi Kemitraan. Dari sebelumnya di tahun 2000, lahan petani mitra tebu dikelola PT Bumi Madu Mandiri (BMM). Namun pada 2009, telah dibentuk Divisi Kemitraan di bawah Departemen Plantations PT GMP yang berkantor di Perumahan I.

Perkembangan luas lahan Mitra Mandiri dari tahun ke tahun mem­buktikan bahwa budidaya tebu mem­berikan hasil yang lebih baik dari ko­moditi perkebunan lain. Koordinator Divisi Kemitraan Ir. Sriyanto menga­ta­kan, perkembangan lahan tebu mi­tra dalam dua tahun belakangan, di­dukung dengan eksodus petani ko­mo­diti lain seperti sawit dan karet yang beralih ke tanaman tebu. Mes­kipun komoditas ketela pohon masih menjadi pesaing utama tanaman te­bu, namun instabilitas harga sing­kong dan monopoli harga oleh pabrik singkong, menyebabkan tanaman tebu menjadi primadona bagi petani.

Tantangan dan Tekanan

Tantangan dan tekanan pekerja­an khususnya staf dan pengawas la­pangan di Divisi Kemitraan sangat ber­beda dengan divisi lain yang ada di GMP. Sebab karyawan Divisi Ke­mitraan berhubungan langsung de­ngan petani yang notabene memiliki karakter yang berbeda-beda. Belum la­gi dengan tantangan lokasi lahan yang jauh, jalan yang “jelek”, juga masalah keamanan di jalan yang saat ini dirasa lebih meresahkan. Karya­wan Divisi Kemitraan tidak hanya me­ngurus hal teknis tanaman tebu, te­tapi juga melakukan sosialisasi po­la kemitraan, agar lahan petani mitra terus bertambah dari tahun ke tahun. Karena memang dari lahan petani mi­tra saja ekstensifikasi lahan tanaman tebu PT GMP bisa berkembang.

“Yang dibutuhkan sekarang ada­lah perhatian dan keseriusan kita un­tuk mengatur kelompok tani agar te­tap istiqomah menanam tebu, karena tantangan kita ke depan akan lebih berat, seiring dengan munculnya rival perusahaan gula yang baru yang berlokasi dekat dengan PT GMP,” ka­ta pak Sriyanto.

Divisi Kemitraan harus dapat me­maksimalkan pendapatan petani de­ngan mengupayakan peningkatan pro­duktivitas tebu yang dihasilkan de­ngan biaya seefisien mungkin. Ka­rena peningkatan pendapatan petani otomatis menambah keuntungan per­usahaan, yang akhirnya dapat me­ningkatkan kesejahteraan karya­wan PT GMP.

l Agung Santoso

INFORMASI TERBARU

Semoga Para Haji GMP Kembali dengan Selamat
Warta Tawon Monday, 12/09/2016
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Anak Ge - Em Wednesday, 31/08/2016
Olahraga Memupuk Kebersamaan Antarkaryawan
Warta Tawon Wednesday, 31/08/2016
Panen Raya Tebu di Tubaba
Fokus Tawon Tuesday, 30/08/2016
Lomba Tumpeng HUT RI
Dinamika Tawon Saturday, 20/08/2016
199 Pelajar Peroleh Beasiswa KGM
Anak Ge - Em Saturday, 20/08/2016