Jaminan Kesehatan dari GMP tidak Kendur

Fokus Tawon Sunday, 01/05/2016



Jaminan Kesehatan dari GMP tidak Kendur

 

Komitmen Gunung Madu dalam memberikan fasilitas kesejahteraan kesehatan bagi karyawan tidak kendur dengan adanya pemberlakuan BPJS Kesehatan dari pemerintah untuk seluruh warga negara. Manajemen melakukan aneka upaya agar hak karyawan mendapatkan kesehatan tetap optimal.

Sejak sebelum pemberlakuan BPJS Kesehatan secara efektif per 1 Januari 2014, manajemen PT GMP telah memfasilitas pekerja dan batih untuk mendaftarkan diri dan mendapat kartu keanggotaan BPJS. Total seluruh pekerja mulai staf, karyawan, dan HEC GMP berjumlah 1.872 orang. Sedangkan batih berjumlah 4.259 orang.

Selain memfasilitasi pengurusan keanggotaan, Gunung Madu juga memberikan sharing iuran sebesar 4%. Sementara sisa iuran sebesar 1% dibayar pekerja. Iuran keanggotaan ini bermanfaat untuk meng-cover lima anggota keluarga, yakni suami, isteri, dan tiga anak.

“Dengan demikian fasilitas kesehatan yang diberikan Gunung Madu pada prinsipnya tidak menurun dari yang sudah ada sebelumnya,” ujar Manajer Personalia, Ir Poniasih, ketika berbincang dengan Tawon di ruang kerjanya (11 April 2016).

Kadep Human Resourcess, Ir Dwi Witrianto dalam kesempatan sama menambahkan, setiap bulan perusahaan telah membayarkan iuran BPJS Kesehatan secara tepat jumlah dan tepat waktu, maka seluruh karyawan harus memanfaatkan fasilitas ini dengan maksimal.

Karyawan dan batih karyawan GMP atas pertimbangan medis dokter perusahaan yang perlu segera mendapat tindakan medis, dapat merujuk pasien ke rumah sakit non-BJPS sesuai kelas pekerja yang berlaku saat ini. Untuk pembiyaan batih menggunakan sistem plafon sesuai ketentuan PKB.

Prosedur Memanfaatkan BPJS Kesehatan

Bagi sebagian calon pasien, mendapat perawatan dan fasilitas kesehatan melalui BPJS tergolong ribet. Bahkan mereka menilai cenderung di ping pong oleh petugas. Sebenarnya, prosedur mendapatkan fasilitas kesehatan melalui BPJS cukup mudah. Dengan catatan harus prosedural.

Kali pertama yang perlu dilakukan calon pasien (karyawan GMP) adalah memastikan telah terdaftar sebagai anggota dan memiliki kartu BPSJ. Langkah berikutnya meminta surat pengantar ijin berobat dari admin setempat ditujukan ke Medical Center sebagai fasilitas kesehatan (Faskes I).

Setiba di Faskes I calon pasien segera menuju Primary Care untuk segera diproses. Kemudian dokter perusahaan Faskes I akan mengadakan pemeriksaan. Sebanyak 144 jenis penyakit harus dapat dituntaskan oleh dokter Faskes I.

Jika pasien perlu mendapat rujukan dan perawatan di luar Faskes I, dokter akan memberikan Surat Rujukan Peserta (SRP) ke rumah sakit tipe C di regional wilayah kerja BPJS Kesehatan Metro (Lampung Tengah, Lampung Timur, Metro) untuk penanganan penyakit di luar dari 144 jenis penyakit.

Setelah tiba di rumah sakit tipe C, calon pasien segera menuju BPJS Center untuk meminta Surat Eligibilitas Peserta (SEP) . Setelah mendapat SEP calon pasien baru akan mendapat penanganan dokter.

Pembiayaan perawatan di rumah sakit sesuai kelas akan sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Tetapi jika pasien berkeinginan pindah kelas, harus menebus obat, dan mendapat tindakan dokter di luar ketentuan BPJS, maka akan terkena biaya tambahan. Biaya tambahan dapat ditanggung perusahaan melalui pola kerja sama yang disebut Coordination of Benefit (COB) Gunung Madu dan rumah sakit tipe C di Lampung Tengah dan Bandarlampung.

Gunung Madu telah menjalin CoB dengan rumah sakit di Lampung Tengah, yakni: Yukum Medical Center, Rumah Sakit Islam, dan Harapan Bunda. Sedangkan di Bandarlampung, yakni: Advent, Bumi Waras, Emanuel, dan Urip Sumoharjo. Melalui CoB, pasien Gunung Madu menjadi lebih tenang dan nyaman ketika mendapat perawatan kesehatan.

Bagaimana jika pasien sedang berada atau menetap di luar GMP, sementara perlu segera mendapat perawatan? Padahal Faskes I masih terdaftar di Health Center. Ibu Poniasih menyebutkan, calon pasien dapat segera menuju rumah sakit tipe C setempat untuk mendaftar di BPJS Center.

Setelah mendapat SEP dari BPJS Center, lampiran surat tersebut bisa di-capture atau difoto copy kemudian dikirim ke personalia GMP melalui surat elektronik. Bagian personalia akan segera menghubungi rumah sakit setempat untuk memberikan jaminan.

“Untuk selanjutnya sebaiknya mengurus mutasi Faskes I di Faskes terdekat dari tempat tinggal. Cukup mengurus secara online. Semua mudah dilakukan,” pungkasnya. dew

Prosedur Pengobatan Karyawan Melalui BPJS

  1. Pasien wajib membawa kartu BPJS dan surat pengantar (ijin berobat) dari admin setempat ke Health Center GMP (Faskes I).
  2. Menuju Primary Care di Faskes I. Kemudian mendapat pemeriksaan dokter perusahaan.
  3. Dokter perusahaan Faskes I dapat merujuk kepada rumah sakit tipe C di regional wilayah kerja BPJS Kesehatan Metro (Lampung Tengah, Lampung Timur, Metro) untuk penanganan penyakit di luar dari 144 jenis penyakit.
  4. Setelah tiba di rumah sakit tipe C dengan membawa SRP, calon pasien segera menuju BPJS Center untuk meminta SEP . Setelah mendapat SEP calon pasien baru akan mendapat penanganan dokter.

Sumber: wawancara

INFORMASI TERBARU

Semoga Para Haji GMP Kembali dengan Selamat
Warta Tawon Monday, 12/09/2016
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Anak Ge - Em Wednesday, 31/08/2016
Olahraga Memupuk Kebersamaan Antarkaryawan
Warta Tawon Wednesday, 31/08/2016
Panen Raya Tebu di Tubaba
Fokus Tawon Tuesday, 30/08/2016
Lomba Tumpeng HUT RI
Dinamika Tawon Saturday, 20/08/2016
199 Pelajar Peroleh Beasiswa KGM
Anak Ge - Em Saturday, 20/08/2016