Rendemen Tebu

Artikel Wednesday, 06/04/2016



Rendemen tebu adalah kadar kandungan gula didalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen. Bila dikatakan rendemen tebu 10 %, artinya ialah bahwa dari 100 kg tebu yang digilingkan di Pabrik Gula akan diperoleh gula sebanyak 10 kg.

Terbentuknya rendemen tebu diawali ketika tebu yang ditanam dikebun. Sejak saat tebu berumur sekitar 3 – 4 bulan kandungan gula ( sakarosa ) dalam batang tebu terus mengalami kenaikan sampai mencapai puncaknya pada kemasakan yang optimal, yang kemudian setelah itu rendemen mulai menurun lagi. Karena itu saat terbaik untuk menebang tebu adalah pada saat tebu berada pada kemasaan yang optimal, dimana waktu tersebut bisa diketahui dengan melakukan analisa rendemen secara periodic

Ada banyak faktor yang mempengaruhi rendemen tebu, diantaranya adalah bibit tebu. Bibit tebu yang kualitasnya jelek, tentu menghasilkan tebu yang rendemennya rendah. Pengaruhnya sangat besar, yaitu biaya produksi tidak seimbang dengan hasil produksi. Untuk itu kualitas bibit tebu menjadi perhatian utama selain perawatan pada tebu. Untuk memperoleh kualitas bibit yang bagus sangatlah tidak mudah, diperlukan riset yang serius dan biaya yang tinggi.

Ada 3 macam rendemen, yaitu : rendemen contoh, rendemen sementara, dan rendemen efektif.

Rendemen Contoh, Rendemen ini merupakan contoh yang dipakai untuk mengetahui apakah suatu kebun tebu sudah mencapai masak optimal atau belum. Dengan kata lain rendemen contah adalah untuk mengetahui gambaran suatu kebun tebu berapa tingkat rendemen yang sudah ada sehingga dapat diketahui kapan kapan saat tebang yang tepat dan kapan tanaman tebu mencapai tingkat rendemen yang memadai. Rumus : Nilai nira x Faktor rendemen = Rendemen

Rendemen Sementara, Perhitungan ini dilaksanakan untuk menentukan bagi hasil gula, namun sifatnya masih sementara. Hal ini untuk memenuhi ketentuan yang menginstruksikan agar informasi penentuan bagi hasil gula dilakukan secepatnya setelah tebu digiling sehingga tidak menunggu terlalu lama sampai tebu selesai giling namun diberitahu lewat perhitungan rendemen sementara. Cara mendapatkan rendemen sementara ini adalah dengan mengambil nira perahan pertama tebu yang digiling untuk dianalisis di laboratorium untuk mengetahui berapa besar rendemen sementara tersebut.

Rumus : Rendemen Sementara = Faktor Rendemen x Nilai Nira.

Rendemen efektif disebut juga rendemen nyata atau rendemen terkoreksi. Rendemen efektif adalah rendemen hasil perhitungan setelah tebu digiling habis dalam jangka waktu tertentu. Perhitungan rendemen efektif ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 15 hari atau disebut 1 periode giling sehingga apabila pabrik gula mempunyai hari giling 170 hari, maka jumlah periode giling adalah 170/15 = 12 periode. Hal ini berarti terdapat 12 kali rendemen nyata/efektif yang bisa diperhitungkan. Tebu yang digiling di suatu pabrik gula jelas hanya sebagian kecil saja yang akan menjadi gula. Kalau 1 kuintal tebu mempunyai rendemen 10 % maka hanya 10 kg gula yang didapat dari 1 kuintal tebu tersebut.

Tinggi rendahnya rendemen tebu di pabrik gula ini tergantung dari beberapa faktor yaitu:

  1. Tinggi rendahnya rendemen tebu asli dari kebun
  2. Kebersihan tebangan saat tebu ditebang
  3. Jarak atau jangka waktu antara tebu di tebang dan tebu digiling
  4. Efisiensi gilingan dan proses pengolahan ( overall recovery ) di pabrik gula

Disadur dari berbagai sumber

INFORMASI TERBARU

Semoga Para Haji GMP Kembali dengan Selamat
Warta Tawon Monday, 12/09/2016
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Anak Ge - Em Wednesday, 31/08/2016
Olahraga Memupuk Kebersamaan Antarkaryawan
Warta Tawon Wednesday, 31/08/2016
Panen Raya Tebu di Tubaba
Fokus Tawon Tuesday, 30/08/2016
Lomba Tumpeng HUT RI
Dinamika Tawon Saturday, 20/08/2016
199 Pelajar Peroleh Beasiswa KGM
Anak Ge - Em Saturday, 20/08/2016