[«] PEMDA-GMP akan bangun SDN 1

General Manager PT GMP H.M. Jimmy Mahshun dan Bupati Lampung Tengah
Mudiyanto Thoyib menandatangani MoU pembangunan gedung SDN I Gunung Madu.
Pembangunan gedung baru SDN I Gunung Madu itu dilaksanakan atas kerja sama Pemda Kabupaten Lampung Tengah dengan PT Gunung Madu Plantations.
MoU kerja sama itu sudah ditandatangani Bupati Lampung Tengah Drs.H. Mudiyanto Thoyib dan General Manager PT. GMP H.M. Jimmy Mahshun, 19 Mei lalu,
di Guest House PT. GMP.
Bupati Lampung Tengah Mudiyanto Thoyib dalam sambutannya mengatakan, kerja sama ini dalam rangka memperbaiki mutu pendidikan, sekaligus memenuhi
amanat UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35, yaitu terpenuhinya 8 standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi,
proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiyaan dan penilaian.
Menurut Bupati, pemerintah paham bahwa pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam rangka pembangunan bangsa. Kabupaten Lampung Tengah sendiri
sangat memahami bahwa SDM sangat penting dan untuk peningkatan mutu SDM memerlukan dana yang besar.
Akan tetapi, kita semua sepakat akan selalu mengutamakan pembangunan pendidikan di segala aspek sesuai dengan amanat UU Nomor 20 tahun 2003,
dimana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua.
Sementara General Manager PT. GMP H.M. Jimmy Mahshun pada kesempatan juga mengatakan, bagi Gunung Madu, MoU ini merupakan kelanjutan dari program
Corporate Sosial Responsibility (CSR) Perusahaan dalam kontribusinya di bidang pengembangan pendidikan di dalam maupun di luar konsesi Perusahaan.
“Pada bulan February 2004 kita menandatangani MoU Peningkatan Mutu SDM Pendidikan se-Lampung Tengah untuk jangka waktu 3 tahun yang semua biayanya
disediakan GMP,” kata Pak Jimmy.
Sebagai perusahaan yang peduli terhadap pendidikan, PT GMP telah mulai merintis pendirian sekolah dasar di lingkungan perkebunan ini sejak tahun 1979.
Kemudian pada tahun 1982, empat buah SD yang berada di lingkungan YP GMP ini menjadi SD Negri. Perusahaan membangun dan menyediakan sendiri gedung
sekolah serta seluruh sarana yang diperlukan walaupun 4 buah SD yang ada, tetap bersetatus sebagai SD negeri.
Di dalam wilayah konsesi PT. Gunung Madu Plantations ini ada 1 sekolah TK Satya Dharma Sudjana, 4 SD Negeri, dan 1 SMP Satya Dharma Sudjana,
yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Gunung Madu.

Pak Jimmy dan Pak Guna saat berdialog dengan Pak Mudiyanto
“Saat ini dari empat SD Negeri yang ada, kita mempunyai, 1.447 murid, 65 guru Negeri, 26 Guru Yayasan, dan 7 pegawai Tata usaha. Setiap tahun tidak
kurang dari 4 milyar rupiah telah dianggarkan Perusahaan untuk gaji , insentif dan biaya operasional mulai dari TK sampai SMP,” ungkap Pak Jimmy.
Ia juga memaparkan, jumlah murid yang berasal dari luar GMP juga tidak sedikit dan kami merasa wajib untuk menerima dengan perlakuan yang sama dengan
anak – anak karyawan. “Sebagai hasil dari usaha kami tersebut, Alhamdulilah sampai saat ini sudah sangat banyak alumni sekolah GMP yang berhasil dan
menyebar di seluruh tanah air,” tegas Pak Jimmy.
Dengan adanya MoU ini, maka PT GMP mendapat tambahan kesempatan untuk berperan dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah. Kami merasaka bahwa hal ini merupakan tambahan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terhadap PT GMP. “Selain bangunan SD, kami juga segera akan membuat bangunan baru untuk SMP yang sampai saat ini masih berstatus swasta dan dikelola oleh Yayasan Pendidikan Gunung Madu,” tandas Pak Jimmy.
Bangunan sekarang sudah berusia 30 tahun

Gedung SDN 1 Gunung Madu yang akan dibongkar karena telah berusia 30 tahun
Gedung baru SD Negeri I gunung Madu rencananya akan dilengkapi laboratorium dan perpustakaan yang representatif. Di gedung yang sekarang,
fasilitas tersebut sudah ada tapi belum memadai. “Perpustakaan baru berbentuk sebuah ruangan berisi buku, belum layak disebut perpustakaan,”
kata Ketua Harian YP GMP Ir. Sigit Wibowo.
Lantas bagaimana bentuk bangunan gedung baru tersebut nantinya? “Belum bisa digambarkan seperti apa bentuknya, karena denahnya pun masih akan divalidasi.
Sedangkan gambar rancangannya belum ada,” kata Sigit kepada Tawon.
Realisasi pembangunan gedung itu, masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Sekarang ini yang baru dilakukan adalah penandatanganan MoU,
sedangkan tindak lanjutnya masih dalam proses. Paling tidak dalam tahun 2009 ini, siswa masih menggunakan gedung lama.
Gedung yang sudah berusia 30 tahun itu memang sudah selayaknia dibongkar dan diganti gedung baru yang lebih baik dengan fasilitas yang lebih lengkap.
“Bangunan Sekolah Dasar Negeri yang kami bangun 30 tahun yang lalu sudah terasa kurang layak untuk digunakan sehingga akan mengurangi efektifitas
kegiatan belajar mengajar. Kami berfikir bahwa sarana dan ruang belajar yang lebih baik akan cukup besar perannya dalam meningkatkan semangat dan
kenyamanan belajar anak didik sehingga dapat meningkatkan mutu dan kemampuan anak didik kita,” kata Pak Jimmy pada acara penandatanganan MoU dengan
Bupati Lampung Tengah.
Karena kondisi bangunan yang mulai menurun, setiap tahun kami melakukan perbaikan maupun renovasi di sana sini, namun mungkin lama, keperluan perbaikan
terasa makin banyak dan tidak menyelesaikan masalah untuk jangka panjang. Maka dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan untuk membuat bangunan baru
untuk SDN 01 Gunung Madu.

Ketua Umum YP GMP dr. Evi Maiselma saat menghadiri
penandatanganan MoU pembangunan gedung SDN I Gunung Madu.